Ibu … kami selalu mencintaimu…

Collage2Tanggal 22 April 2013, kami merayakan ulang tahun Ibu, tak dikira hari itu adalah hari terakhir ulang tahun Ibu yang ke 61 thn begitu pula saat tanggal 6 Agustus 2013 kami buka puasa bersama di GUbug Udang, sebuah resto yang terletak di wilayah Cibubur dan itu juga merupakan puasa ramadhan terakhir buat Ibu. Ketika gema takbir berkumandang
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..

Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Airmata ini membasahi pipi… kami merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh sukacita, saling memaafkan satu sama lain memohon Ampun kepada Allah SWT dan memohon agar ibadah kami di bulan Suci Ramadhan 1434 H di terima Allah SWT. Dan hari raya Idul Fitri ini ternyata lebaran terakhir buat Ibu.

Ibu yang begitu kuat di depan kami anak-anaknya tak mau menampakan sakit yang amat perih yang Ia rasakan. Itulah sosok seorang Ibu yang selalu menampakan senyum yang bahagia dihadapan kami dan para cucunya walau sakit yang dirasakan begitu dahsyat, hingga tepatnya tanggal 13 Agustus 2013, kami membawa IBu ke RS terdekat.

Pilu hati kami, jeritan yang kurasakan dan linangan airmata yang tak kuasa aku tahan lebur sudah saat Dokter Spesialis Penyakit Dalam menyatakan kalo IBu terkena chronic kidney disease, CKD yaitu Gagal Ginjal Kronis.

Ya Allah … mengapa kami baru tahu? mengapa Ibu tak pernah cerita di hadapan kami? Betapa Sakit pastinya Ibu merasakan sakit Ginjal.. tapi mengapa tak pernah engkau tampakan rasa sakitmu, Ibu? Setiap kami tanyakan, engkau selalu bilang sehat-sehat saja.

Ya Allah… ampuni kami, ampuni dosa kami terhadap Ibu..

Saat di Rumah Sakit, kami selalu menemaninya.. menjaganya dan mendoakannya hingga kami harus menerima saat engkau dipindahkan ke ICU. Ya Rabb… fungsi ginjal ibu hanya 3% dan harus HD (cuci darah). Kami akan berikan yang terbaik buat Ibu… Walaupun dokter mengatakan harapan Ibu untuk sembuh sangat tipis. Tapi kami punya Rabb yang tak pernah tidur… yang selalu mendengar do’a-do’a kami sepanjang hari.

Air mata ini tak henti-hentinya mengalir saat kami berada disisi IBu… Ibu yang dulu kuat, yang sering tersenyum dan tertawa melihat anak-anaknya dan para cucunya, kini terbaring lemah dan tak sadar diri, berjuang hidup melawan sakit yang dideritanya.. perih didalam perutnya tak dirasakannya lagi… yang hanya bisa kami lakukan hanyalah membisikan kalimat-kalimah Thoyyibah buat Ibu… agar senantiasa Ia ingat Rabbnya yang Maha Menyembuhkan.

Dua minggu ibu berada di ICU.. dan tepat tanggal 1 September 2013 pukul 22.00 Wib .. Allah telah memanggilnya.. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un … Ya Allah .. Engkau telah mengambil Ibu dengan penuh kelembutan tak ada rasa sakit saat Ibu meninggal. Engkau Maha Baik ya Allah.. Muliakanlah Ibu, tempatkan Ia bersama orang-orang yang beriman, jadikanlah kami anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang senantiasa selalu mendoakan buat Orang tua. Aamiin

Kini Ibu tak merasakan sakit lagi… Kini Ibu sudah tenang di sisiNya…

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Artinya :
“Ya Allah, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s